POV Adam Braaak. Setelah kepulangan nya dari butik. Dengan emosi yang meluap-luap, Adam membanting pintu rumah dengan kencang, " aaaaarrgh b******k, dasar wanita gila harta. Apa salah nya sih gue yang memimpin perusahaan nya. Pake acara nolak untuk rujuk lagi. Dasar perempuan tidak tahu berterima kasih. Kalau bukan karena gue yang mau menikahin dia, belum tentu ada laki-laki yang mau sama dia." "Sabar dam, sabar.... Kamu jangan banting -banting pintu, nanti kalau itu pintu jebol siapa yang mau benerin. Emang nya kamu pikir benerin pintu enggak perlu pake uang, hah." Omel Bu Romlah melihat tingkah anaknya. "Coba kamu hub. Temen kamu yang pengacara itu, siapa tahu dia bisa membantu kamu." Saran Bu Romlah memberi solusi. Mendengar ucapan ibunya, Adam langsung mengeluarkan handphone dari

