104 - Hati Malaikat Alea 🔥

1780 Words

Begitu kami sampai di kediaman utama keluarga Atmaja, suasana terasa sangat berbeda. Rumah besar yang biasanya tenang itu kini dijaga ketat oleh beberapa pria berseragam safari di setiap sudut gerbang dan pintu masuk. Di ruang tamu yang luas, Nyonya Marine sudah berdiri menunggu kami. Di sampingnya, seorang pria berkacamata dengan tas kerja kulit—pengacara keluarga—tampak sedang merapikan beberapa dokumen. Nyonya Marine langsung melangkah lebar ke arahku. Beliau menarikku ke dalam pelukannya, sebuah pelukan yang hangat namun terasa sangat protektif. "Anakku sayang..." gumamnya lirih. Beliau melepaskan pelukan itu hanya untuk menangkup wajahku, ibu jarinya mengusap lembut pipiku yang kini mulai membiru. "Tamparan gadis tak tahu diuntung itu akan dibayar lunas nanti. Kamu harus kuat, Ale

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD