Nyonya Ririn pergi mengambil hasil tes Jeniver, dia mengajak serta Jeniver dan kedua orang tuanya untuk mengambil hasil pemeriksaan Jeniver. Saat ini mereka sedang menunggu dokter yang membawa hasilnya, Jeniver tampak tegang kedua tangan nya gemetaran dan berkeringat. Nyonya Ririn yang berada di sampingnya menggenggam tangan Jeniver mencoba menyalurkan kekuatan kepada Jeniver yang sudah tampak sangat pucat, karena memang pagi tadi pun dia tak sarapan hingga siang ini juga belum mengisi perutnya sama sekali. "Tidak apa Jen tenanglah, tante akan membantumu mendapatkan keadilan dari putraku hmm..." nyonya Ririn membelai lembut pipi Jeniver dan mencium kening nya, dari dulu dia sudah sangat menyayangi Jeniver dan bermimpi akan menjadikan Jeniver sebagai menantunya. Dan kini sebentar l

