BENIH YANG MENGANCAM TAHTA

1354 Words

Mata Leon, yang selama ini memancarkan ketenangan seorang penguasa, sebuah samudra teduh yang jarang sekali terusik badai, tiba-tiba saja menunjukkan riak kegelisahan yang tak terduga. Mendengar lontaran kalimat itu – sebuah pengakuan sekaligus tuduhan yang menggantung di udara seperti pedang bermata dua – pupil matanya menyempit tanpa ekspresi yang mampu dibaca. Tak ada kemarahan, tak ada ketakutan, hanya kekosongan yang dingin, seolah ada tirai tak kasatmata yang seketika menutupi pancaran jiwanya, menyembunyikan gejolak yang mungkin saja tengah berkecamuk di baliknya. “Dan akhirnya,” suara Elson terdengar rendah namun sarat akan kemenangan yang terpendam, bagai bisikan ular yang mematikan, “tabir itu tersingkap. Saya tahu betul siapa ayah biologisnya sekarang.” Tangannya terulur, sebu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD