Aura Iblis Terlepas

1376 Words

Di balik jendela kaca ruang ICU yang dingin, Leon berdiri kaku, bayangannya terpantul samar di permukaan bening itu. Tubuhnya dipenuhi amarah yang membara, namun seolah terpaku oleh pemandangan di depannya. Di sana, Lopita terbaring tak berdaya, tubuh ringkihnya diselimuti selang-selang dan kabel-kabel medis yang entah apa fungsinya. Monitor-monitor berkedip-kedip, menampilkan garis-garis elektrokardiogram yang naik-turun tak beraturan, setiap detak jantung bagai palu godam yang menghantam relung hati Leon. Wajah Lopita yang biasanya ceria kini pucat pasi, bibirnya kebiruan, dan Leon hanya bisa menahan nafas, seolah takut suaranya sendiri akan mengganggu kedamaian semu yang menyelimuti kekasihnya. Namun, yang lebih menusuk hati Leon adalah pemandangan di ruangan inkubasi sebelahnya. Dua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD