Waktu seakan berjalan mundur, melambat, setiap detiknya terasa seperti palu godam yang menghantam jantung Leon. Para paramedis bekerja cepat, namun ekspresi wajah mereka tidak menyembunyikan kekhawatiran. "Kritis. Kita harus segera ke rumah sakit," ucap salah satu paramedis dengan nada tegang, memotong lamunan Leon yang campur aduk. Dengan hati hancur, Leon melihat Lopita diangkat ke tandu, tubuhnya yang tak berdaya diselimuti selimut darurat. Darah masih terlihat samar di selimut putih itu, mengingatkan Leon pada kengerian yang baru saja terjadi. Di dalam ambulans, sirene meraung tak henti, seolah ikut merasakan kepanikan yang mencengkeram. Leon tak henti menggenggam tangan Lopita, mencoba menyalurkan semua kekuatannya. Dokter di ambulans terus memantau kondisi Lopita, sesekali berbicar

