KUASA SANG RATU

1403 Words

Minggu demi minggu berganti, memudar menjadi bulan demi bulan. Seiring waktu berlalu, perut Lopita kian membesar, sebuah bukti nyata akan kehidupan yang berdenyut di dalamnya. Di kamar tidurnya yang sunyi, di hadapan cermin besar yang memantulkan setiap inci dirinya, Lopita menatap pantulan itu. Ada ketidaknyamanan yang jelas di matanya, kerutan halus di keningnya. Pemandangan perutnya yang membuncit, seolah menjadi gundukan asing yang mengganggu siluet tubuhnya yang dulu, memicu gelombang perasaan campur aduk. Entah mengapa, penerimaan itu terasa begitu berat. Apakah ini karena ia masih bergulat dengan kenyataan akan adanya dua jantung mungil yang kini bersemayam di rahimnya, ataukah ini pergulatan batinnya dalam menerima takdir yang telah digariskan? Sudah tujuh bulan lamanya, bayi-bay

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD