"Udah nggak sakit, hmm?" tanya Moko saat mendapati Risa bergerak pelan dalam peluknya. Perempuan cantik itu membuka mata perlahan. Melirik ke arah jam dinding yang tergantung di tembok kamar mereka. Hampir setengah empat sore, pantas saja ia mulai merasa lapar. Karena dia melewatkan jam makan siang. "Udah mendingan, Ko." jawab Risa lirih. "Makasih ya udah ditemenin seharian," ucap Risa lantas mencuri ciuman cepat pipi Moko. Moko kembali merengkuh Risa dalam dekapannya. "Makasih, kayak apaan aja sih?" “Ya, terima kasih banyak atas semua perhatian kamu. Bahkan kamu sampe bela-belain balik dari studio demi lihat aku." Bibir Moko melengkung sempurna dari atas puncak kepala sang istri. "Udah kewajiban aku sebagai suami lah, nggak usah makasih makasih gitu." "Ko," Risa menengadahkan kepala

