“Lagi nyari siapa, sih?” sergah Araf. Kepalanya mendongak, melihat ke mana arah Sagara memandang. “Itu bukannya Balqis, ya?” tanya Sagara memastikan apa yang dia lihat. Araf menyilangkan tangannya. “Semua wanita itu mirip kalau dilihat dari belakang. Mana mungkin Balqis ada di sini. Ini Lebanon bukan Indonesia. Lagian Balqis pasti sudah punya anak sekarang. Sudah, ayo makan. Aku lapar!” Araf pun menyeret Sagara. Temannya itu masih saja melihat ke arah yang tadi dia tunjuk, tapi Araf tidak peduli dan terus menyeretnya. “Sial!” umpat Araf ketika restoran penuh dan dia harus mengantre untuk memesan lagi. “Semua ini salahmu, Gar!” Sagara cengengesan. “Ya sory. Pindah restoran aja sih, kan banyak di sini.” “Ini restoran paling terkenal enak di Souk El Tayeb. Ya kali mau coba-coba. Ingat Ga

