“Kok bisa ya ada orang semirip itu di sini. Mana dia tinggal di daerah yang sama dengan kita lagi,” tanggap Araf. Dia mulai memakai seragamnya. Hari ini, proyek berjalan lagi. tinggal menambahkan beberapa sentuhan akhir, dan semua beres. Sagara tak menanggapi. Dia justru terbayang akan Ratu. Apa kabar wanita itu? Sudah lama sekali dia tidak mendengar amukan kemarahannya dan salah tingkahnya yang membuat Sagara senyum-senyum sendiri. Takdir benar-benar telah mempermainkan hati lelaki bermata biru itu. Di saat dirinya mulai tak yakin bahagia dengan Ratu, takdir memunculkan sosok yang sangat mirip dengan Balqis – wanita yang pernah dicintainya. Tak mau memikirkan hal yang tidak berguna, Sagara pun memilih untuk segera berangkat. Dia memakai topi proyeknya lalu melangkah keluar. “Eh, kamu m

