Penyesalan Tak Berarti

1668 Words

“Qia, lo kentut ya? Sumpah, ini bau banget! Najisin banget ih cantik-cantik kentutnya bau nasi basi!” Cewek itu menutup hidungnya rapat-rapat. Qiana melotot lalu melemparkan kulit kacang pada temannya itu. “Biasanya yang nuduh itu, dia yang kentut.” Qiana tertawa. “Enak aja!” sanggah cewek dengan rambut panjang berponi. “Lo berdua berisik banget sih.” Gadis dengan rambut sebahu menceletuk. Kedua temannya itu mengganggu kedamaiannya yang sedang berimajinasi bersama tokoh novel yang ada di genggaman tangannya. “Lo itu sok banget rajin! Baca buku mulu kerjaannya.” Qiana menoyor dahi gadis dengan rambut sebahu membuat cewek itu mengaduh pelan lalu memukul lengan Qiana dengan buku yang dia pegang. Qiana nyengir lebar dan dua jarinya diangkat membentuk peace. Qiana menggelengkan kepalanya k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD