Jordan mendorong pintu ruang OSIS lalu masuk ke dalam. Dompetnya tertinggal di sana. Cowok itu melihat Kiran yang sedang sibuk mengetik di depan komputer hingga tak menyadari kehadirannya. “Ibu Negara sibuk banget,” cetus Jordan lalu mengantongi dompetnya yang baru saja ia ambil di atas meja. Gerakan jari Kiran terhenti. Cewek itu berbalik sambil menahan senyum. “Iya, nih. Soalnya Bapak Negara ngasih tugasnya banyak!” seru Kiran. Jordan tertawa. Merasa geli sendiri dengan panggilan mereka berdua. “Lo gak ke kantin?” tanya Jordan. Kiran menggeleng dengan bibir mengerucut. “Gak sempet! Pak Rudi nyuruh gue ngedata anak murid yang sering bolos pas upacara.” “Yaudah kalau gitu gue beliin lo makan. Mau?” “Mau banget!” Kiran berseru antusias. “Oke, tunggu di sini. Bapak Negara ke kanti

