“Sampun/sudah, Kanjeng.” kata salah satu pekerja kanjeng Kaseni yang pulang dengan membawa se-cikar daging sapi. Kanjeng Kaseni pun tersenyum puas, “Jum! Jum!” “Inggih/iya, Kanjeng.” jawab mbok Jum sambil setengah berlari, dia sedang sibuk di dapur ini tadi. “Masak daging itu, bikin krengsengan, rawon, empal, dendeng, pakai luweng/tungu semua yang ada di pawon/dapur. Aku mau segera matang, dan habiskan semuanya, cepet!” perintah kanjeng Kaseni tanpa beranjak sedikit pun dari kursi goyang kesayangannya peninggalan dari mendiang suaminya itu. Rasa hatinya yang kosong seakan terisi kembali saat dirinya duduk dan mengayun kursi itu sambil memejamkan matanya. “Inggih/iya, Kanjeng.” jawab mbok Jum lagi, dan segera ke dapur untuk memanggil semua pekerja di pawon/dapur baik laki-laki mau pun p

