Kobong gede

2083 Words

“Sekar mau nonton di sana, Biyung. Di sebelah gamelan.” izin Sekar dan segera beranjak dari duduknya. 'Deg.' Ada nyeri yang menyergap hati kanjeng Kaseni, tapi tetap tak dirasa karena sadar dengan posisi tidak nyaman ini. “Ya sudah, tak temanin nonton di sini ya, Kanjeng?” kata Bagong dan segera duduk si sebelah kanjeng Kaseni. “Terserah kamu saja.” seakan tak menghiraukan Bagong, kanjeng Kaseni memilih untuk kembali menonton wayang itu dengan serius meski sangat sulit karena nyatanya tetap saja ekor matanya menangkap sepasang kuntum bunga dan kumbang yang beradu seakan menunggu pemersatuan mereka itu. “Dik Sekar sudah makan?” tanya Danuri, cukup senang karena mendapatkan tempat duduk yang cukup nyaman dan sangat jelas dari tempatnya ini. “Sampun/sudah, Mas Danuri.” Sekar sadar banyak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD