'Ceklek. Deg.' Danuri tersenyum karena yang dicarinya telah dia temukan saat ini. Sosok yang tidur seakan damai di dalam selimut dengan netranya yang menutup dan napasnya yang teratur. “Ada denganmu, Dik Sekar?” lirih Danuri yang berada tepat di samping ranjang yang ditiduri Sekar saat ini. Disentuhnya pipi itu, tangannya bisa merasakan dinginnya permukaan kulit Sekar saat ini, “apa ini, Dik Sekar. Kenapa kulitmu dingin seperti ini?” Danuri mencoba menyentuh tangan Sekar yang ke luar karena selimutnya tersingkap, dan ternyata dingin juga di sana. Danuri ingin mencari selimut yang ada di almari, mungkin dia memang kedinginan saat ini. Tapi dia tidak bisa beranjak karena tangan Sekar malah menggenggamnya erat saat ini. Membuat Danuri menoleh dan melihat tangan yang menggenggamnya itu. 'Pya

