Pov Ira Rencana Licik

1380 Words

"Aku tidak peduli kamu suka sama siapapun? Tapi, kamu sudah janji padaku. Kamu sendiri yang harus mendekatinya." kata Ira. Dia mencoba meraih tangan kanan Edward. Seketika di tipis kasar olehnya. "Maaf, tapi aku tidak bisa melakukannya. Apapun yang terjadi. Bagaimanapun juga jamu adalah mantan kekasih ku." kata Edward. Kedua mata mereka saling memandang sejenak. "Tega.. Kamu ya, kamu benar-benar tidak tahu malu. Kamu datang bawa cinta. Terus kamu pulang bawa luka. Apa kamu tidak malu hubungan kita sudah menyebar dimana-mana. Banyak ornag yang tahu kamu seperti apa. Bahkan mereka semua juga tahu kebusukanmu" ucap Ira menggebu. Dia meraih kerah baju Edward. Sedikit menariknya mendekat padanya. "Kamu pikir kamu bisa seenaknya sendiri." geram Ira. Masih belum puas jika dia belum bisa membe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD