"Dokter.... suster.." "Dokter..." teriak Zain. Dia berlari keluar dari ruangan itu terus memanggil suster ataupun dokter yang ada. Sementara Edward, dia baru saja sampai di depan kamar Ana. Kedua alisnya mengkerut saat melihat Zain dan para dokter beli Masuk ke dalam. Merasa penasaran. Edward berjalan masuk ke dalam ruangan Ana. Melihat Ana kejang-kejang seketika membuat Edward ikut panik. "Ada apa dengannya?" tanya Edward berusaha mendekatinya. Wajahnya terlihat snagat khawatir. "Zain... ceoat panggil dokter." "Diam kamu, aku sudah tahu." pekik Zain. "Dokter...." teriak Zain lagi. "Jangan mendekatinya. Atau, bahkan mneyentuhnya. Biarkan dokter yang menanganinya " Tak begitu lama, ada seorang Dokter yang berjalan begitu cepat, dia bersama dengan suster mendekati Zain. "Kena

