*** "Raihana tunggu!" Rachel berseru kemudian terperanjat dari tidur. Terbangun setelah mengalami mimpi buruk, napasnya kini terengah, sementara keringat sudah membasahi hampir semua bagian tubuhnya. Memandang langit-langit kamar, Rachel coba menenangkan pikiran, hingga tidak berselang lama dia menoleh ke bagian kasur tempat biasa Nolan berbaring. Tidak ada sang suami, malam ini Rachel tidur sendiri setelah Nolan menelepon kemudian berkata tidak akan pulang. Entah di mana pria itu sekarang, Rachel sendiri tidak tahu. Namun, yang jelas ada Gevania bersama suaminya tersebut. Tidak main-main dengan ucapannya tadi pagi, Nolan benar-benar merealisasikan niat untuk menculik Gevania. Menurunkan beberapa anak buah, pria itu berhasil membawa sang putri angkat dari rumah sakit tempat Abyan kemu

