*** "Tamara, buka pintunya, Tamara. Aku bisa jelasin semuanya. Kamu salah paham." Berdiri sambil terus mengetuk pintu kamar, Abyan masih berusaha membujuk Tamara agar mau keluar, kemudian mengakhiri kegiatannya mengurung diri. Tidak bisa menahan, beberapa waktu lalu Abyan memeluk Gevania begitu saja. Mendekap erat sang mantan sekali pun sebuah pemberontakan dilakukan, dia tidak sadar Tamara datang sampai akhirnya setelah sang istri buka suara, dia kelabakan. Tidak abai, Abyan langsung melepaskan pelukannya kemudian berusaha menjelaskan. Namun, Tamara lebih dulu pergi kemudian masuk ke apartemennya membawa emosi. Gevania? Perempuan itu Abyan minta untuk menunggu di unit, karena Tamara adalah tanggung jawabnya. Tidak dibantah, perintah tersebut dipatuhi sehingga Abyan kini menangani san

