*** "Mama ke unitnya Tamara dulu ya. Sore atau malam Mama pindah ke sini, karena Tamara sama Abyan besok pulang. Mama mau bantu mereka packing biar enggak ada yang ketinggalan." Tidak lama menetap di apartemen Gevania, Rachel akhirnya berpamitan setelah mendapat jawaban dari sang putri. Tidak dibiarkan keluar seorang diri, kepulangan Rachel diantar oleh Gevania sampai ke ambang pintu, dan hal tersebut tentunya membuat Rachel bahagia. "Iya, Ma," ucap Gevania. "Telepon Mama kalau butuh sesuatu," ucap Rachel. "Seperti yang kamu bilang, bayi di perut kamu tuh cucu Mama. Jadi Mama harus terlibat dalam kehamilan kamu baik itu ngidam mau pun semacamnya." "Iya, Mama," ucap Gevaniah. "Gih. Tamara nanti nyariin." "Kamu ngusir Mama?" "Enggak ...." Rachel tersenyum. Merasa hubungannya dengan

