*** "Masih sakit." Duduk di tepi kasur, Gevania kembali menepuk dadanya pelan. Beberapa waktu lalu—persis setelah berganti pakaian, dia tiba-tiba merasa nyeri di bagian d**a. Entah karena apa, Gevania tidak tahu. Namun, yang jelas karena nyeri tersebut, dia yang semula berniat mencuci wajah, harus duduk lebih dulu untuk meredakan sakit yang tiba-tiba melandanya itu. "Kenapa ya?" tanya Gevania. "Tadi perasaan baik-baik aja." Selama beberapa saat, Gevania merenung. Rasa nyeri perlahan memudar, dia yang semula duduk dengan posisi membungkuk, perlahan menegakkan lagi punggungnya itu. Namun, semua tidak selesai begitu saja karena setelah sempat mengalami nyeri di bagian d**a, Gevania kini teringat pada Sean. "Kak Sean baik-baik aja, kan?" tanya Gevania. "Aku mendadak kepikiran dia." Tid

