Bagian Tujuh Belas

964 Words

*** "Semenjak pulang dari minimarket, aku perhatiin Kak Aby banyak diam. Kenapa? Apa ada yang mengganggu pikiran Kakak?" Setelah sebelumnya memperhatikan, Tamara memberanikan diri untuk bertanya. Bukan tanpa alasan, hal tersebut dia lakukan usai sikap Abyan yang semula biasa saja, berubah pasca pria itu kembali dari minimarket. Sebelum pergi, Abyan cukup banyak tersenyum. Namun, sekembalinya dari luar, pria itu terlihat badmood sehingga Tamara pun sedikit merasa segan bahkan canggung. Awalnya, dia tidak berani untuk bertanya. Namun, karena tidak mau larut dalam rasa penasaran, Tamara memberanikan diri. "Enggak kenapa-kenapa, cuman sedikit kesal aja," kata Abyan, tanpa mengalihkan atensi dari ponsel. Berprofesi sebagai dosen sekaligus owner dari lima buah coffe shop, Abyan tidak sepen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD