*** "Anak itu emang selalu berhasil bikin aku kesal. Padahal, ini masih pagi." Pagi hari di kota Jakarta, Nolan sudah sibuk menggerutu. Bukan tanpa alasan, dirinya seperti itu setelah beberapa waktu lalu salah satu putrinya—Gevania, menelepon. Bukan sekadar menyapa, Gevania menghubunginya karena sebuah tujuan yaitu; meminta izin untuk mengajak seseorang tinggal di unit apartemen yang ditempatinya selama di New york. Nolan memberikan izin? Jawabannya tentu saja tidak. Tanpa bertanya siapa yang akan diberikan tumpangan oleh sang putri sulung, dia langsung melarang—bahkan tentunya tidak hanya itu, Nolan sempat mengomeli Gevania yang dia tuduh; ingin menyebar rahasia mau pun kekurangan Tamara. Tidak ada bujukan, Gevania mengiakan ucapan Nolan sehingga setelahnya panggilan pun berakhir. "

