*** "Ah!" Lagi, Abyan kembali meringis ketika kapas yang dipegang oleh perawat kembali mendarat di bagian samping luka miliknya. Sore menjelang malam, Abyan harus mengganti perban yang menutupi luka tusukan di perutnya. Tidak mau dibiarkan sendiri di bed, Abyan merengek ingin ditemani, sehingga seperti seorang suami yang sedang menemani istri lahiran, dengan setia Gevania berdiri di sampingnya sambil menautkan telapak tangan. Bukan inisiatif Gevania, tautan telapak tangan terjadi setelah Abyan meminta mantannya itu untuk memegangi tangannya. Pada Gevania, Abyan sedikit merengek sehingga perempuan itu pun bersedia mengabulkan apa yang dia mau. Selain itu, Gevania juga tidak enak karena kehadiran Alula mau pun Reano, sehingga apa pun yang mantan kekasihnya mau, dia bersedia mengabulkan.

