“Selamat, ya. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian. Kalau ada apa-apa, enggak boleh dipendam sendiri, tapi harus dibicarakan. Kalian kan sudah jadi suami-istri.” Sembari menggenggam kedua tangan Vey, Wanda memberi nasihat. Wanita itu tidak lupa membubuhkan kecupan hangat di pipi kanan-kiri perempuan yang kini sudah sah menjadi istri anak laki-laki keduanya, Kenan. “Mama tenang aja, Vey pasti bilang ke aku kalau ada keluh kesah apa pun itu,” balas Kenan sambil dengan percaya diri menarik bahu Vey ke dalam rangkulan. Sang Mama tersenyum simpul dan lega karena anak laki-lakinya sudah berpikir lebih dewasa meski usianya masih sangat muda. “Syukurlah kalau gitu.” Wanda mengusap lengan kiri Vey. “Mama jadi enggak sabar, pengen kamu cepet-cepet tinggal sama kita.” “Iya, Ma. Soal itu gam

