Tidak Lagi Perawan

1014 Words

"Sudah siap semuanya?" tanya Altezza pada Rey yang sudah dimintanya menyiapkan segala keperluan untuk acara pernikahan sederhana antara Vey dengan Kenan. "Sudah, Pak." Rey mengangguk. Dia tetap melakukan kewajiban meski dalam hati tidak rela karena harus melihat Vey, perempuan yang dia cintai, benar-benar jatuh ke tangan Kenan sehingga tidak ada kemungkinan lagi baginya untuk mendekati anak atasannya tersebut. "Terima kasih atas kerja keras kamu, Rey. Saya selalu puas sama hasilnya." Altezza memeriksa ruangan yang hendak digunakan untuk ijab kabul. Pandangannya menyapu sekeliling. Lagi-lagi Rey mengangguk. "Sama-sama, Pak," katanya sebagai balasan. Sejujurnya, dalam hati Rey diliputi rasa yang tidak bisa dijelaskan. Akan tetapi, dia masih tetap berusaha profesional dalam bekerja, hal y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD