“Aduh, Ken. Sorry, ya. Aku bener-bener enggak tahu bakal jadi kayak gini.” Syahla memperlihatkan wajahnya yang serupa kardus dilipat, merasa tidak enak karena beberapa menit lalu sudah mengatakan banyak hal sehingga membuat Vey kepikiran dan jatuh pingsan. Syahla bertanya-tanya dalam hati kenapa Vey mendadak menjadi perempuan lemah. Padahal, biasanya Vey selalu tahan banting. Siapa pun yang berkata tidak enak dan terdengar di telinganya, akan secara otomatis mendapat teguran. Tentu saja hal itu membuat Syahla keheranan. “Vey emang lagi sensi. Jadi tolong, jaga sikap kamu ke dia, ya. Jangan bahas macem-macem,” balas Kenan sambil membayar minuman hangat yang dibelinya untuk Vey. “Aku kalau lagi dapet juga pasti sensi, tapi enggak segitunya juga kali, Ken,” celetuk Syahla yang membuat ken

