“Jadi kamu, yang namanya Zashi?” Valerie memperhatikan perempuan simpanan Altezza dengan tatapan menelisik. “I—iya, Bu.” Zashi mengangguk ragu, kemudian melirik Altezza sesaat. Sayangnya, laki-laki itu justru tampak sibuk dengan layar laptop di hadapan, seakan-akan acuh dengan kehadirannya. Zashi sedikit menunduk, tidak berani melihat tatapan Valerie yang jelas mengintimidasi. Beberapa tahun bekerja di restoran milik Altezza, dia memang sering mendengar cerita tentang istri arogan sang atasan. Sudah beberapa kali Zashi bertemu dengan Valerie, tetapi istri Altezza tersebut tidak pernah menghiraukan keberadaannya di restoran. Terlebih, kesibukan Valerie mengurus toko bunganya sendiri membuat wanita itu mengabaikan banyak hal penting yang seharusnya menjadi perhatian, termasuk Zashi yang d

