Memuaskan Hawa Nafsu Semalam

1156 Words

“Kamu kenapa, Rey? Udah beberapa hari ini kamu kelihatan kurang semangat.” Nina diam-diam memperhatikan Rey yang sedang bersiap untuk bekerja. Dia terbiasa melihat laki-laki itu penuh semangat. “Apa sih, yang kamu pikirin? Galau soal anak bos yang ke mana-mana kamu kawal itu?” lanjutnya penasaran. “Dia udah nikah, Nin.” Rey mendesah lelah sambil duduk di tepi tempat tidur dengan kepala menunduk. Mereka sudah bersama semalaman, tetapi Rey baru mengatakannya sekarang dan itu membuat Nina membelalak sembari ternganga. “Jangan bercanda. Lulus sekolah aja baru. Masa udah nikah?” Nina menanggapi dengan ekspresi tidak percaya. Dilihatnya Rey yang masih menunduk, memperlihatkan kekecewaan mendalam. “Cari yang lain aja kalau gitu. Masih banyak yang lebih menarik dari dia, kan?” Perempuan yang b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD