49. Renat dan Zuri

1269 Words

Bunyi klackson terdengar keras dari luar rumah, membuat Renat yang sedang siap-siap di kamar jadi kian bergegas. Dipasangkannya lipstick dengan gerakan cepat, kemudian menyatukan kedua bibirnya untuk meratakan pelapis warna merah muda tersebut. Renat mengambil clutch bag warna silver, lalu keluar dari kamar. Ponsel yang Renat pegang sudah berdering sejak tadi, pertanda orang yang menjemputnya sudah pasti akan mengamuk karena Renat berdandan terlalu lama. Renat menuju kamar mamanya, membuka pintu tanpa permisi dan melihat sang mama tengah asik dengan beberapa benang rajut. Untuk sesaat Renat diam, bertanya-tanya apa yang hendak dibuat oleh mamanya. “Re?!” panggil sang mama sontak membuat Renat sadar dari lamunannya. “Ngapain berdiri di sana?” “Ini mau pamit,” kata Renat berjalan masuk. D

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD