Bab 27

1251 Words

Jelita menggenggam cermin lebih erat. Dua orang perawat di hadapannya sedang membuka perban. Ketika kulit wajahnya mulai merasakan mebusan angin, sadarlah ia bahwa perban sudah terlepas sempurna. Tekanan akibat kapas di kelopak matanya pun sudah terangkat.   Perlahan gadis itu membuka kelopak matanya. Awalnya tampak kabur dan tak jelas. Setelah mengerjapkan mata beberapa kali, barulah retinanya mulai dapat fokus menatap sesuatu.   Ujung kaki berselimut adalah hal yang pertama kali ia lihat. Jelita kemudian menggerakakn ujung jari kakinya. Melihat ada gerakan di ujung sana, gadis itu tersenyum.   Kakinya sempurna tidak ada masalah.   Jelita kemudian mengangkat wajahnya. Ia melihat ke sekelilingnya. Ternyata tidak hanya dua orang perawat, melainkan ada beberapa dokter yang berada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD