Bab 26

1207 Words

“Dengar,  tidak boleh ada kegagalan dalam rencana kali ini. Pastikan dia harus mati. “   “Baik, Bos.”   “Dan jangan lupa, buat ini sebegai kecelakaan. Tidak peduli seberapa besar kerusakan yang terjadi nanti. Mereka tidak boleh ada yang selamat.”   Jelita membuka kedua matanya. Tetapi hanya kegelapan yang menemaninya. Tidak ada satupun cahaya yang dapat memberikan petunjuk. Kepekatan yang kontan membuatnya merasa sesak.   Dimana aku?   Gadis itu mulai merasakan kegelisahan. Ia merasa sedang berbaring. Tapi badannya terasa berat untuk ia gerakkan.   Tiba-tiba ia mendengar suara pintu yang terbuka dan derap langkah orang yang mendekat. Sebuah sentuhan pada tangannya mengejutkan Jelita. Refleks gadis itu segera menarik tangannya.   Terdengar dengkusan kelegaan.   “Kamu s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD