Bab 25

1038 Words

 Berulang kali Jelita tidak bisa duduk diam. Suara gemerisik gaun yang bergesekan dengan lantai memenuhi kamar yang besar itu. Para penata rambut, rias, dn pakaian sudah keluar dari kamar suite tersebut sekitar setengah jam yang lalu atas permintaan dari gadis tersebut.   Derit pintu yang terbuka membuat langkah Jelita terhenti. Ia sontak berbalik untuk melihat siapa yang masuk.     Rayhan termenung di depan pintu ketika melihat putrinya mematung di hadapannya. Ia terpana untuk beberapa saat. Gaun yang dikenakan oleh puterinya adalah gaun yang dikenalan oelh Cantika ketika momen yang sama. Sebuah gaun brokat berwarna kelabu yang tampak elegan.   Pemilihan gaun inipun atas permintaan Jelita setelah Hugo bertemu muka dengann Rayhan. Gadis itu ingin merasakan kehadiran ibunya dalam sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD