Bab 40-a

588 Words

Ketukan pintu di pagi hari jelas bukan hal yang diharapkan oleh Arisha. Tidak ada seorang pun yang tahu tentang keberadaanya di daerah Puncak ini kecuali keluarga Rendell. Sekalipun kawan-kawan di Princesses Djakarta.   Jadi ketika Arisha membuka pintu, terkejut adalah hal yang ia rasakan pertama kali saat bertatap muka dengan senyum manis Rahayu.  Rasa terkejutnya belum juga hilang, Rahayu melangkah masuk ke dalam villa.   “Aku bawa sarapan. Maaf ya, kalo aku ganggu. “ Rahayu mengangkat kedua tangannya yang membawa paper bag.   Arisha menghela napas lalu tersenyum.  “Kok malah jadi merepotkan ya. Ayo kita bawa ke meja makan.”   Kedua perempuan itu beranjak ke meja makan. Rahayu meletakkan kedua paper pag yang dibawanya di atas meja. Sementara Arisha melesat ke dapur dan kembali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD