Bab 35 Aidan Membela Ruby

2104 Words

Ruby tersenyum lebar dan mengangguk penuh haru. “Ayo, jangan menangis lagi! Potong saja kuenya, dan kita segera menikmatinya! Acara ini juga adalah perayaan atas keberhasilan Ruby yang memiliki banyak kemajuan selama melakukan terapi. Sebaiknya kita makan sampai kenyang dan menunda topik yang menyebalkan,” tambah Bu Adinda seraya memberikan pisau kepada Ruby untuk segera memotong kuenya. Tidak ada lilin, atau pun sesuatu yang mirip kue ulang tahun, hanya ada tulisan di atas kue yang berbunyi: Semoga kamu selalu bahagia, Ruby! Potongan kue itu akhirnya diberikan kepada semua orang, termasuk perawat yang sedang mengawasi Ruby saat ini. “Oh, iya. Kapan kira-kira kamu akan keluar dari rumah sakit? Bukankah dokter bilang kamu memulihkan diri lebih cepat daripada dugaan mereka? Apa kamu akan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD