24. Topeng Sialan

1107 Words

Shan keluar dengan raut senang. Menatap kamar istrinya dengan suka cita. Takkan ia biarkan Izora kelaparan dalam keadaan marah seperti ini. "Tunggu sebentar ya, Sayang. Sebentar lagi aku datang membawa makanan untukmu makan malam," gumam Shan tersenyum riang. Pria itu berjalan menuruni anak tangga menuju dapur. Menatap semua makanan di meja dan terdiam. "Apa Zora akan baik-baik saja kalau aku ke kamarnya?" Memikirkan betapa sang istri enggan melihatnya membuat Shan ragu. Takutnya Izora akan lebih marah lagi jika ia menerobos masuk meski tujuannya untuk mengantar makanan. "Ah, sial!" umpat Shan kesal. Ia menatap semua makanan di meja bingung. Namun, ia memilih untuk menarik kursi dan duduk. "Aku makan sajalah." Shan mulai menikmati makan malamnya. Perut terasa keroncongan, tetapi mesk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD