Tidak lama kemudian, pintu terbuka. Hanya saja, Izora tidak berani keluar dan hanya memunculkan wajahnya sedikit. Jujur, ia belum siap berhadapan dengan Shan. Sakitnya masih terasa karena dibohongi. "Katakan!" seru Izora memerintah. "Kita makan malam dulu saja. Setelah itu, baru aku katakan semuanya sekaligus tentang masalah waktu itu," sanggah Shan. Tanpa berkata-kata, Izora langsung menutup pintu. Ia hanya takut itu hanya alasan Shan agar membuatnya keluar. Jika tidak, kenapa harus menunggu nanti dan tidak sekarang saja? "Oke-oke, aku akan mengatakannya," ujar Shan sambil mengangkat kedua tangan tanda menyerah. Sontak, Izora kembali membuka pintu. Raut wajahnya terlihat datar dan siap mendengarkan. "Kau ingat PIN dua kartu yang aku berikan?" tanya Shan sebelum memulai cerita. "Tid

