SATU

1060 Words
"Kau sedang tak bercanda kan, Demmy? Ini bukan permainan one night stand biasa. Entah akan ada berapa banyak Junior yang akan masuk ke dalam milikmu itu nanti. Oh, my godness. Say something to me, God!" Katrine Martinez melotot tak percaya dengan apa yang ia lihat. Ia kaget setengah mati pada keputusan Dominnique Miguel sahabatnya. Yang kini tertarik untuk ikut bersamanya ke rumah Crazy Fantasy, Milik Madame Alice Zimenez. "Aku sedang tak ingin membahas nya lagi Kate. Malam ini aku akan menghibur diri ku agar bisa sedikit melupakan wajah si b******k Mark yang bercinta dengan dua bicth di depan mata ku." Domminique Miguel menjawab semua ocehan Katerine Martinez dengan suara ketus sembari sibuk memperhatikan setiap detail ruangan yang sedang mereka masuki itu. "Heemmm... Baiklah, terserah kau saja. Aku tak pernah mengajak mu untuk datang kemari apalagi mengikuti hobby gila terbaru ku ini." Katty pun menjawab perkataan Demmy dengan kekehannya sembari sibuk membuka satu per satu pakaian yang melekat di tubuhnya. Tak lama berselang, Madame Alice datang dengan tubuh sexy dan menggodanya itu. Mendekat dan mulai menyapa dengan manis semua gadis yang malam ini akan berada dalam bilik-bilik kayu milik nya yang tentu akan memuaskan para penggila Crazy Fantasy miliknya. "Hemm... Apakah kau member baru di tempat ku ini sweety?" Madame Alice pun mulai bertanya dengan lembut disana. Ia sangat penasaran dengan wanita cantik yang baru pertama kali ia kenal. Siapa lagi jika bukan Adik dari kapten tim Madrid Club de Futbol, Dominnique Miguel. Maka terjadilah percakapan singkat keduanya sembari menanti para wanita lain selesai bersiap-siap. "Iya, Ma'am." Dominnique tersenyum tipis menjawab pertanyaan Madame Alice. "Siapa nama mu?" tanya Madame Alice lagi. "Eh, Bar... Barbara Ma'am." jawab Dominnique sedikit gugup. Dominnique sangat takut jika identitas diri nya terbongkar dan sampai ke telinga Antonio, sang Kakak. Ia tahu dari Katty jika Antonie sangat sering berkunjung kemari setiap acara konyol ini di gelar seminggu sekali itu. "Baiklah, aku harap kau menikmati malam ini. Beri kan juga service terbaik mu baby, akan ku beri kau bonus serta bilik terbaik agar kau selalu ingin datang kemari." Setelah berkata demikian. Madame Alice pun melangkah pergi dari ruangan ganti miliknya. Meninggalkan Dominnique yang sibuk menghirup oksigen sebanyak mungkin. Akibat dari rasa ketakutan yang mendera dirinya tadi. Selang beberapa waktu kemudian. Dominnique, Katty dan delapan gadis lainnya sudah ber-naked ria tanpa sehelai benang pun. Di dalam bilik-bilik kayu konyol itu. Dominnique lantas mengeluarkan kedua kakinya dari lubang bulat besar yang berada di bilik kayu berbentuk kotak itu dengan sedikit perasaan takut. Sedang para asisten Madame Alice. Pun segera mengangkat kaki kanan dan kiri Dominnique ke atas. Kemudian mereka mengikat pergelangan kakinya dengan kain tipis berbentuk tali ke sebuah pengait besi yang sudah terpasang disana. Ada empat orang wanita yang diperlakukan seperti itu. Sementara tiga orang wanita lainnya. Hanya duduk diam sambil menunggu. Mereka menunggu lubang ajaib di depan mereka mengeluarkan kejantanan para lelaki yang siap untuk di beri blow job dan tiga wanita lainnya yang tersisa. Kini mengeluarkan kaki mereka hingga menyentuh tanah dan mulai memperlihatkan b****g indah mereka di hadapan para lelaki-lelaki haus seks yang datang ke sana. Antonio Miguel, Ralph Sergio dan semua rekan-rekan satu tim Madrid Club de Futbol mereka. Pada akhirnya sampai juga di tempat yang mereka tuju. Apalagi bila bukan Crazy Fantasy house yang menjanjikan kesenangan seks bebas yang berbeda. Antonio ternyata sudah dari beberapa minggu lalu menyewa tempat ini secara khusus. Lelaki itu melakukan hal tersebut. Guna merayakan kemenangan tim mereka itu pun harus datang dalam keadaan mabuk berat. Karena ternyata tim sepak bola kebanggaan Kota Madrid yang menjadikan Antonio sebagai seorang Kapten itu, harus kalah tipis dari tim sepak bola Kota Sevilla saat laga tanding dalam liga persahabatan yang di gelar kemarin sore. "Wow...!!! Lihat lah siapa yang datang ke tempat ku kali ini hemm?" Madame Alice yang melihat tamu kesayangannya sudah datang. Pun tersenyum menyambut kedatangan para laki-laki tampan tersebut. "Haha... Kau sangat berlebihan Ma'am." Sedang Antonio yang sudah sering memakai jasa rumah bordil si wanita tua nan sexy itu. Pun menjawab perkataan Madame Alice seraya mengecup pipi kirinya dengan lembut. "Oh, hai dude kau memang semakin hari terlihat semakin tampan dan mengairah kan Antonie." Suara Madame Alice yang sedikit mendesah. Ternyata semakin membuat Junior sang Kapten semakin bereaksi. Sehingga lelaki itu pun menjawab sekali lagi ocehan sang Tuan rumah dengan tanpa berbasa basi. "Ayolah Ma'am, kau semakin membuat ku ingin segera masuk ke sana." kekeh Antonie sambil menunjuk pintu menuju bilik kayu ajaib itu. "Baiklah darl, kalau begitu tunggu apa lagi? Ajak teman-teman mu ini masuk ke dalam sekarang." ucap Madame Alice sedikit memerintah. Lantas mereka semua pun masuk kedalam tempat yang biasa di kenal dengan nama Crazy Fantasy tersebut dengan perasaan penasaran tingkat tinggi. Di masing-masing pikiran mereka. Sedang Ralph Sergio. Ia sedikit tidak nyaman dengan hal gila yang baru di ajarkan oleh sahabatnya. Lelaki itu kemudian hanya bisa pasrah. Dan dengan langkah berat ia pun ikut masuk ke dalam ruangan tersebut. Ralph berusaha menguatkan diri agar ia tak sampai mendapatkan pelepasan nya dan ikut-ikutan menikmati kegilaan Antonie demi mendapat izin mendekati Dominnique Miguel Sang pujaan hati. Saat sampai di dalam ruangan itu, Madame Alice tak lupa mengecup pipi Antonie sekilas lalu meninggalkan mereka semua di sana. Wanita montok nan sexy itu kemudian tertawa lucu memandang setiap wajah para lelaki muda yang melongo diam terpaku melihat s**********n mulus di depan mereka. Kemudian ia keluar dan mengunci pintu ruangan itu dengan cepat. Tanpa menunggu aba-aba dari sang Captain, para lelaki itu segera melucuti pakaian yang melekat di tubuh mereka satu per satu kemudian mulai mencari sasaran pelepasan mereka masing-masing. Begitu pun sama halnya dengan Ralph. Saat ia masuk ke dalam tempat itu tadi, mata coklat miliknya tak berhenti menatap sebuah tatto berbentuk buluh yang melekat indah dipaha mulus sebelah kiri milik seorang wanita. Ralph merasa tidak asing melihat gambar tatto tersebut. Hanya saja dia sedikit lupa dimana ia pernah melihat tatto itu dan siapa pemiliknya. Karena tak ingin s**********n cantik itu di masuki orang lain, Ralph dengan sigap berdiri di depannya. Ia terlihat kikuk harus memulai dari mana, sebab saat ini dia dalam keadaan sadar dan tidak mabuk seperti temannya yang bahkan sudah asik menikmati fantasy berhubungan intim melalui sebuah lubang kayu tanpa bisa melihat siapa yang mereka setubuhi. Ralph pun kemudian mengarahkan wajahnya ke depan kewanitaan pink milik wanita itu. Ia menghembuskan sedikit nafas nya melihat reaksi dari sepasang kaki jenjang itu. Pemilik kaki pun segera menggoyan-goyangkan kedua kakinya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD