Permintaan Maaf Dito

1411 Words

Mata mengerjap, memastikan kembali bahwa hari telah berganti. Kuraih ponsel, melihat jam di sana. Pukul lima pagi, ini artinya di Indonesia masih jam tiga. Diri mencoba mengingat, ternyata semalam aku tertidur setelah mengirim file ke Dimas. Pantas saja, badan terasa enteng. Ternyata aku tidak begadang. Ini sesuatu yang seharusnya bisa dapat rekor Muri lagi. Pasti Dimas tak akan percaya bila mendengarnya. Seorang Puspita Aggreani bisa tidur di bawah jam sepuluh malam. Amazing! Ibu Rossa Chandraningsih dan Satya juga pasti nggak akan percaya. Aku sendiri saja ragu. Apa semalam aku minum obat tidur? Ah, tidak mungkin. Sudahlah, ini lebih baik. Badanku lebih terasa ringan dan tak pegal-pegal. Pagi yang cerah harus diawali dengan pikiran dan kegiatan positif juga. Sepertinya hari ini tak ad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD