9. Salah Tingkah

1478 Words
Saat dany mengantarkan el pulang, dia lupa kalau tuan david menjemputnya untuk berangkat ke kantor bersama. Tentu saja terjadi pertemuan papah dan anak yang gak lucu banget buat el yang ada bikin el salah tingkah. El turun dari mobil bersama dany. "Papah?"ucap dany baru ingat kalau papahnya menjemput el. Papah david melihat ke arah dany dan el curiga. "Pagi tuan, saya akan bersiap ke kantor dulu."ucap el gugup bagaikan maling ke gap. El langsung kabur ke dalam tanpa persetujuan papah david. "Bisa di jelaskan?"tanya papah david. "Ini gak seperti yang papah pikiran."jawab dany. "Memang papah mikir apa?"papah david mengangkat sebelah alisnya. "Mungkin papah berfikir macam-macam tentang dany dan tante el."balas dany. "Mungkin karena kalian pulang pagi bersama. Kalian habis making love mungkin."ucap papah david. "Enggak pah. Tante el semalam mabuk. Dany ingin mengantar pulang tapi dia gak mau malah tidur di sana, jadi dany tungguin. Kan calon mama."kilah dany. "Oh ya."ucap papah david. "Tuan saya sudah siap."sela el. "Ayo berangkat."balas papah david menuju dany terlebih dahulu. El pun masuk ke dalam mobil. "Sayang jangan lupa sekolah."ucap papah david. "Iya pah."jawab dany. "Tutupi kiss mark di leher kamu itu. Dan di belahan milik el."bisik papah david membuat dany salah tingkah. Papah david masuk ke dalam mobil, meninggalkan dany yang masih terdiam dengan berbagai macam pikirannya. Dany berfikir apa papahnya tau? Tapi kenapa papahnya seolah biasa saja. Setelah papahnya dan el pergi. Dany mengirim chat pada el untuk mengancingkan kemejanya dan mengatakan ada kiss mark. Setelah membaca pesan dari Dany, El langsung mengancingkan kemejanya tanpa el tau, papah david sudah tau. "Hmmm anakku sayang ingin bermain denganku."gumam papah david dalam hati. Dalam perjalanan ke kantor seperti biasa tidak ada pembicaraan di antara el dan papah david. "Tuan saya duluan, gak enak masuk bareng."ucap el saat sampai di parkiran. Papah david hanya mengangguk. "Dasar manusia es, bilang apa kek. Ini cuma ngangguk doang."gerutu el. "Kapan di resmiin?"tanya om aidan yang baru keluar dari mobilnya. "Untuk apa."balas papah david. "Buat memperjelas status loe dan el dong."jawab om aidan. "Dany sepertinya menyukainya."ujar papah david. "Dany kan sudah bilang kalau dia nyaman dengannya dan ingin dia jadi mamanya."jelas om aidan. "Dan loe pikir gue percaya?"tanya papah david. "Dan apa yang buat loe gak percaya?"om aidan balik bertanya. "Tadi pagi saat gue jemput el, dia baru pulang dengan dany."balas papah david. "Mungkin ada alasannya mereka bisa bersamaan."om aidan mengikuti langkah papah david. "Dany bilang semalam el mabuk, dany menjaganya semalaman karena el gak mau pulang."jawab papah david. "Bagus dong, berarti dia sayang banget sama el."ujar om aidan gak ngerti maksud papah david yang mengatakan dany menyukai el. "Apa David cemburu."gumam om aidan. "Loe pikir aja sendiri. Seorang dany bersama wanita semalam. Gue yakin sekali dany sudah melakukannya dengan el."jelas papah david. Om aidan terdiam. Benar perkataan David, gak mungkin dany hanya diam, seorang PK dan pikirannya hanya s**********n. Mustahil jika dany tidak melakukan apa-apa. "Terus apa yang akan loe lakukan?"tanya om aidan penasaran. "Gue mau ikutin permainan dany."jawab papah david. "Dasar papah dan anak sama gilanya."gerutu om aidan. Sedangkan papah david sendiri cuek mengacuhkan aidan yang masih bicara sendiri. "Heh stress loe kenapa semalam ninggalin gue?"sembur el saat sampai di meja Mayang. "Salah sendiri loe mabok. Gue gak bisa bawa loe pulang."jawab mayang santai. "Ya gue tau tapi loe bisakan gak manggil dany."ucap el gemas. "Alakh dany datang sama loe juga langsung di embat."cibir mayang. "Gue mabuk semalam."kilah el. "Terus berapa ronde."goda mayang. "Ngeselin banget sih loe. Tau gak? Tadi pagi gue ke gap pak bos."ucap el manyun. "Benarkah?"Mayang memutar kursinya menghadap el. "Iya, gue malu banget gila."balas el frustasi. "Terus expresi tuan david gimana?"tanya mayang. "Memangnya tuan david punya expresi?"El balik bertanya. "Hemmm benar juga. Tuan david gak punya expresi, wajahnya datar dan dingin."Mayang manggut-manggut. "Karena itu gue jadi bingung. Tuan david tau atau gak tentang gue dan dany."ujar el. "Ya udah sih gak perlu rempong gitu, kalau tuan david gak mau sama loe kan masih ada cute boy."goda mayang. "Cute boy apaan? Dia tuh bocah sialan."kesal el. "Alkh munafik loe, bilang gitu tapi ketagihan."Mayang tertawa terbahak-bahak. "Diam."El membekap mulut mayang yang sudah jadi pusat perhatian rekan yang lainnya. Mayang pun meringis dan mengacungkan kedua jarinya pada yang lain. Dany hari ini tidak main ke kantor. Dany masih bingung kalau papahnya sampai tau. "Tumben hari ini tidak main ke kantor?"tanya papah david yang baru saja pulang. Dany tersentak kaget dari lamunannya. "Papah."balas dany gugup. "Apa kamu melakukan kesalahan?"tanya papah david sengaja memancing dany. "Tentu saja tidak pah."balas dany tanpa berani melihat ke arah papah david. "Papah ada di depan kamu. Kenapa terus menunduk?"ucap papah david. "Enggak kok pah."Dany semakin gugup mencari alasan jika papahnya membahas tentang dirinya dan El. "Sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu."ucap papah david santai. "Gak kok pah."Dany berusaha biasa saja supaya tidak menarik kecurigaan papahnya. Papah david hanya mengedikan bahunya kemudian berlalu menuju kamarnya. "Syukurlah."Dany bisa bernafas lega, karena dany pikir papahnya tidak curiga. Ting..... Ada notifikasi pesan dari el masuk. Tante El : Gimana sama papah loe? Dany Alexander : Sepertinya tidak curiga. Tante El: Syukur dech, gue gak mau kalau tuan david sampai tau. Bisa gagal gue pdktnya. Dany Alexander : Keras kepala. Gue yang lakuin, kenapa loe ngejar-ngejar papah gue. Tante El : Papah loe lebih hot Dany Alexander : Belum tentu papah gue bisa tiga ronde. Mungkin malah gak napsu sama loe. "Dasar bocah ngeselin."El melemparkan ponselnya ke ranjang. Dany kesal dengan el karena dia masih saja ngarepin papahnya. "Gue kurang hot apa coba. Dia aja sampai mendesah keras."gerutu dany. "Siapa yang kurang puas dengan kamu?"tanya papah david sudah berganti pakaian bersiap makan malam. "Papah udah di sini. Sejak kapan?"Dany menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Baru saja."jawab papah david. Dany tersenyum kikuk. Makan malam berjalan tenang. Dany merasa makin lega karena papahnya tidak membahasnya sama sekali. "Pah dany ke kamar dulu, ngerjain tugas sekolah."pamit dany. "Wah tumben?"papah david terkejut. "Dany ingin cepat lulus."kilah dany. "Ya belajar yang rajin."balas papah david yang masih heran. Dany langsung menuju kamarnya. Papah david tersenyum kecil melihat tingkah lakunya anaknya. Papah david berdiri di depan foto almarhum istrinya yang terpasang di dinding ruang tengah. "Sayang anak kita sudah beranjak dewasa."ucap papah david bermonolog. "Kamu tau sayang, dia sangat lucu. Dia polos tapi nakal. Tidak mirip dengan kita sama sekali."papah david mengusap foto itu penuh kasih sayang. "I love you forever."papah david menitihkan air matanya. Papah david sangat mencintai istrinya, tidak ada wanita yang bisa menggantikan posisinya di hati papah david. Dany sendiri di kamar tidak bisa konsen. Pikirannya selalu menuju ke el. "Kenapa gue jatuh cinta pada tante-tante sih."ucap dany berdiri di depan cermin. "Gue tampan, body ok, otak gue encer, duit gue banyak, cewek juga banyak yang antri. Tapi kenapa gue kepincut tante menyebalkan dan bermulut pedas mana otaknya separuh. Gue yang lakuin minta tanggung jawab papah gue. Gue sumpaihin loe hamil anak gue."kesal dany. El dan Dany memang aneh. Sering berantem tapi kangen. El gak pernah mengakui dany. Sedangkan dany juga kadang masih menyangkal perasaannya pada el karena merasa dany sangat tampan gak cocok sama tante-tante. Dany yang masih berdiri di depan cermin pun memegang rambutnya. "Rambut gue beda sama papah."gumam dany. Dany berfikir mungkin el tertarik dengan papahnya karena warna rambut papahnya kaya orang bule. Dany pun segera mengambil kunci mobilnya ingin ke salon untuk mengubah warna rambutnya. Untung papahnya sudah masuk kamar membuat dany leluasa untuk keluar rumah. Pagi hari saat sarapan hampir saja papah david menyemburkan kopinya melihat penampilan baru dany. "Gimana pah? Bagus gak?"Dany menyisir rambutnya ke belakang menggunakan jarinya. "Bagus."jawab papah david. "Udah mirip papah?"tanya dany antusias. "Mirip."balas papah david masih melihat anaknya aneh. "Yakin pah mirip?"tanya dany ingin lebih meyakinkan. "Iya."papah david sambil mengangguk kecil. Sungguh papah david di buat heran dengan kelakuan dany yang terlihat tidak seperti biasanya. "Boleh papah tanya sesuatu?"ucap papah david. "Tentu saja boleh."balas dany sambil senyam-senyum ingin segera tau reaksi el saat melihat perubahan warna rambutnya. "Apa kamu baik-baik saja?"tanya papah david. "Dany baik kok."Dany melihat ke arah papahnya. "Yakin sehat?"tanya papah david lagi. "Tentu saja sehat."balas dany cepat. Papah david hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Masih sambil berfikir tentang keanehan anaknya ini. "Ayo pah, dany nebeng mobil papah."ucap dany gak sabaran. "Ini masih setengah tujuh kurang sayang. Biasanya jam tujuh kurang lima belas menit."balas papah david. "Dany mau jadi anak rajin pah, berangkat pagi."kilah dany. "Baiklah, habiskan dulu sarapan kamu."perintah papah david. "Siap bos."Dany langsung melahap sarapannya dengan semangat. Sepanjang perjalanan dany terlihat bahagia dan terus bersenandung riang. Walaupun terlihat sangat aneh tapi papah david senang jika putranya senang. "Tante el."Dany menurunkan kaca mobilnya saat sampai di depan el. "Rambut loe."ucap el tertawa. "Kenapa? Jelek?"tanya dany. "Aneh aja."balas el masih menertawakan dany. Dany langsung cemberut karena el tidak menghargai usahanya. Biar terlihat mirip papahnya malah di ketawain. Papah david jadi tau alasan dany merubah rambutnya karena terlihat dari perubahan mimik wajah dany yang terlihat kesal saat el menertawakan dirinya. Cinta memang kadang aneh, bisa membuat orang melakukan hal di luar nalar.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD