Dany masih tidak terima karena el tadi pagi menertawakannya.
Padahal dany ingin menarik perhatian el.
"Bocah ngapain ke sini?"tanya el saat membuka pintu.
"Gue mau protes sama loe."Dany mendorong el masuk ke dalam dan dany segera menutup pintunya.
"Protes apaan?"tanya el gak ngerti.
"Kenapa loe ketawain gue."kesal dany.
"Ohh loe masih marah karena gue tadi pagi ketawain rambut loe ini."El menarik rambut dany.
"Singkirkan tangan loe."Dany menepis tangan el.
El pun tertawa dengan tingkah lucu dany yang kekanak-kanakan.
Memang anak-anak sih....
"Diem ketawa loe nyeremin."kesal dany.
"Oh ya."El mengejek dany.
"Gue kurang apalagi? Kenapa loe gak naksir sama gue."ucap dany.
"Kekurangan loe banyak sekali."balas el santai.
"Manusia kan gak ada yang sempurna. Loe pikir loe sempurna."timpal dany tidak terima.
"Gue sempurna, cantik, putih, tinggi bak model. Makanya loe juga ngejar-ngejar gue kan."ucap el.
"Emang gue pendek item gitu? Hello mata loe rabun. Gue juga ganteng, putih sama, gue kaya dan loe enggak, otak gue encer loe gak, gue masih muda dan loe udah tua."balas dany sengit.
"Hai bocah yang kaya itu papah loe, dan loe sama papah loe lebih kerenan papah loe ke mana-mana."El tersenyum mengejek dany.
"Kenapa sih papah gue Mulu?"ketus Dany.
"Emang papah loe lebih perfect."balas el.
"Gue sumpahin hamil anak gue loe."Dany benar-benar kesal dengan el.
"Sayangnya gue udah minum pil kontrasepsi, dan hamil anak loe itu hanya akan ada dalam mimpi loe. Udah sana pergi."usir el.
"Loe tante-tante menyebalkan, mulut pedas, ngeselin. Dan sialnya gue suka sama loe walaupun gue pikir loe gak pantes buat gue karena loe udah tua."ucap dany.
"Heh loe nyatain cinta atau ngehina gue....!!!El berkacak pinggang.
Ya kali nyatain cinta sambil menghina, MANA ADA....???
"Gue kan bicara fakta."balas dany.
"Udah sana pergi, lama-lama gue mules liat muka loe."El membuka pintu dan menyuruh dany untuk segera pergi.
"Dany...."ucap seseorang yang tidak asing suaranya bagi dany dan el yang sontak membuat el dan dany melihat ke arah pintu.
"Papah."Dany terkejut melihat papahnya.
"Tuan."El juga sama terkejutnya dengan dany.
"Sepertinya saya mengganggu."ucap papah david.
"Enggak kok pah."balas dany cepat.
Di angguki oleh el.
"Apa kalian bertengkar?"tanya papah david.
"Tentu saja tidak pah, dany kan sayang sekali dengan calon MAMA dany."Dany menekan kata mama dan tersenyum di buat-buat.
"Iya tuan, mana mungkin kita bertengkar. Dany sangat manis."timpal el.
Tapi dalam hati el rasanya mau muntah bilang kalau dany itu manis, yang ada dany itu kaya iblis.
"Jadi keributan apa yang barusan terjadi?"tanya papah david.
"Ehmm gak ada pah, dany cuma kasih tante el semangat buat dapetin papah. Soalnya tadi tante el bilang kalau dia gak pantes buat papah."Dany mengarang cerita.
El hanya senyam-senyum gaje.
Papah david melihat ke arah el.
"Tuan apa anda serius dengan saya?"tanya el.
"Serius."Jawab papah david.
Dany sungguh tak suka dengan jawaban papahnya, sedangkan el rasanya ingin lompat kegirangan.
"Apa saya harus berdiri terus di depan pintu?"tanya papah david.
"Oh ya ayo masuk tuan."ucap el malu.
Papah david pun langsung masuk dan duduk di sofa.
"Dany katanya tadi kamu mau pulang?"ucap el mengusir dany secara halus supaya papah david gak tau.
"Kayaknya gak jadi dech, ada papah di sini."Dany berlalu mengikuti papahnya duduk.
El mengerang kesal karena dany mengganggu waktu berduaan bersama tuan david.
"Papah tumben kemari?"tanya dany.
"Papah ingin lebih mengenal calon mamahmu."balas papah david yang sukses buat pipi el memerah.
Dany rasanya kesal setengah mati menahan cemburu.
Apalagi melihat muka el yang seperti itu membuat dany ingin memaki el sebagai cewek baperan.
"Sepertinya kamu sering kemari?"papah david mengamati wajah anaknya yang terlihat sedang menahan kesal.
"Tidak juga pah."kilah dany.
"Tuan mau minum apa?"tanya el dengan senyumannya yang sangat manis.
"Kopi."jawab papah david singkat.
"Iya tuan."balas el.
"Terus gue gak di tawarin gitu?"celetuk Dany.
"Ah ya anak manis, saya lupa. Minum s**u yah?"cibir el.
"Ya s**u mama muda manis kaya gula."jawab dany asal yang berhasil dapat hadiah plototan dari el dan deheman dari papahnya.
"Papah jangan salah paham, maksudnya s**u manis buatan calon mama muda."ralat dany sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Papah david hanya bisa geleng-geleng kepala.
Mau gimana juga, emang otak anaknya gak jauh-jauh dari itu.
"Dasar itu bocah mulutnya minta di lakban kali yah, bisa-bisanya ada papahnya bocor gitu. Jangan sampai di keceplosan udah ena-ena sama gue. Bisa di tendang gue jadi kandidat calon nyonya David."El membuat minum sambil ngomong sendiri.
"Pah besok pagi ke rumah mamah?"tanya dany.
"Iya, kita ke sana bareng."Jawab papah david.
"Terus tante el di ajak?"tanya dany.
"Kalau dia mau."balas papah david.
"Harus mau, dia harus bertemu mamah."ujar dany.
"Coba kamu nanti tanyakan pada el."ucap papah david.
"Maaf lama."El membawa minuman dan beberapa cemilan.
"Tante besok ikut kita. Pake baju yang rapih."ucap dany.
"Kemana?"tanya el sambil meletakkan minumannya di meja.
"Ke rumah mamah."jawab dany.
"Mamah?"El membeo.
"Ya mamah, istrinya papahku."balas dany.
"Maaf tuan bukanya anda duda."tanya el gak enak.
"Iya."jawab papah david.
"Ke rumah istrinya tuan? Apa sudah nikah lagi? Terus maksud tuan bilang mau serius sama saya cuma mainin perasaan saya aja gitu. Kenapa tuan jahat. Saya kan cinta sama tuan."crocos el.
Papah david hanya mengangkat sebelah alisnya dan dany malah terkikik geli.
"Tuan jahat, saya udah baper maksimal malah di tipu mentah-mentah. Kurang apa coba dengan saya? Oh ya tuan saya gak mau jadi istri yang kedua."El masih saja bicara ngaco.
Sungguh itu menjadi hiburan untuk dany.
Dany yakin papahnya bakal ilfeel dengan cewek otaknya separuh seperti tante el.
El nyerocos terus sambil nangis bombay bin lebay.
"Apa sudah selesai bicaranya?"tanya papah david.
"Udah gak perlu ada yang di bicarain tuan, saya sakit hati."jawab el.
"Baik kalau begitu saya pulang."papah david langsung beranjak berdiri untuk pulang.
"Tuan gak mau nenangin saya gitu?"ujar el tak percaya betapa dinginnya tuan david seperti manusia es balok.
"Saya rasa tidak. Dany kamu mau ikut pulang?"ajak papah david.
"Gak pah, papah duluan aja."balas dany.
Papah david mengangguk dan berlalu pergi.
El melotot tak percaya.
Dan betapa kesalnya el melihat dany sepertinya sangat puas menertawakannya.
"Tante memang bodoh."ucap dany.
"Apa loe bilang....!!!"El menatap dany sengit.
"Tante sungguh bodoh. Makanya punya otak tuh di pake, percuma wajah cantik otak minus."ucap dany pedas.
"Bocah sialan, sudah sana pergi. Bapak sama anak sama-sama ngeselin."seru el.
"Besok gue jemput. Ke rumah mamah gue."Dany menatap el.
"Gue gak Sudi. Apa kata orang, tar gue di bilang pelakor."El mengacak-acak rambutnya membuat dany makin gemas.
"Mana mungkin papah gue tertarik sama loe, kelakuan loe juga kaya gini. Gak ada manisnya sama sekali. Padahal mamah gue sangat manis dan cantik."ucap dany.
"Udah sana pergi, loe bikin gue makin naik darah."El memukul-mukul bahu dany.
"Gue cinta sama loe."Dany meraih tangan el dan menggenggamnya erat.
"Heh lelucon apa ini. Gue sedang gak mood."ucap el gugup juga ternyata jika di tatap dany dengan expresi serius gitu.
"Lihat gue sebagai laki-laki sekali saja, jangan lihat gue sebagai anak kecil."pinta dany.
"Apaan sih."El benar-benar salah tingkah.
Dany mendekatkan dirinya dan mencium bibir el dengan lembut.
Tubuh el serasa kaku tidak bisa di gerakan. El gak tau perasaan aneh apa ini. Jantungnya berdetak kencang.
"Apa gue kena serangan jantung."batin el yang sudah keringat dingin.
Dany melepaskan ciumannya dan menatap el lurus ke manik matanya.
"Buka sedikit saja hati loe buat gue. Loe gak akan pernah menyesal."ucap dany.
El masih saja terdiam tak bisa berkata-kata.
"Gue pulang."Dany pun pergi meninggalkan el yang masih terdiam.
El benar-benar bingung.
Apa mungkin dany mencintainya sungguhan.
El sungguh gak tau harus mendefinisikan sikap dany padanya.
Cinta atau nafsu??
El mengingat perkataan orang tentang dany.
Mereka bilang, dany tidak pernah menyentuh wanita lebih dari satu kali.
Dany penikmat one night stand tapi kenyataannya dany sudah melakukan dengannya lebih dari satu kali.
"Pusing gue."El memilih untuk tidur.
Pagi hari papah david dan dany sudah rapih.
"Kita jemput tante el?"tanya dany.
"Terserah kamu sayang."balas papah david yang sudah siap dengan bunga lavender.
"Kita jemput. Mama berhak tau tentang tante el."ujar dany.
"Ok."jawab papah david melajukan mobilnya menuju kosan el.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, Dany dan papah david sampai di depan kosan el.
Tok..tok..tok...
Dany mengetuk pintu.
"Ya."jawab el dari dalam dan bergegas membuka pintunya.
"Tante belum siap?"tanya dany melihat penampilan el dari atas sampai bawah.
"Memang mau kemana? Gue kan gak sudi ikut kerumah mamah loe. Tar heboh nriakin gue pelakor."balas el.
"Hemmm masih bodoh ternyata. Mamah gue gak bakal teriak."balas dany.
"Gak triak tapi pasang tampang serem terus Jambak dan nyakar-nyakar gue lagi."El bergidik ngeri.
"Mana bisa, mamah gue udah meninggal."Dany berdecak kesal.
"Maksud loe?"tanya el.
"Kita ke makam mamah gue, gitu aja pake gak paham."balas dany.
"Jadi gue konyol dong semalem?"ucap el.
"Banget. Lebih tepatnya memalukan."ucap dany.
El meringis membayangkan sikap konyolnya kemarin. El sungguh malu. Mau di taruh di mana saat bertemu tuan david.