Abraham langsung turun menuju pintu, ternyata yang mengetuk pintu itu Emeli yang sudah di tunggu-tunggu. "Kenapa lama sekali membuka pintu, ternyata kalian mengunci pintu." "Iya mbak, itu perintah dari Bos selama dia tidak berada di rumah untuk selalu mengunci setiap pintu dan saat ini semuanya bisa di katakan kalau tidak ada perubahan di sini berjalan demi keyakinan diri. Salah satu kekuatan tanpa menderita juga bisa di tentukan harapan di sini berjalan dengan baik pula." Ucap Abraham. "Kenapa semuanya sepi? Dan ke mana Mbak Anjani? Bagaimana keadaan dia." Tanya Emeli kepada Abraham. "Masuk saja dulu, kemarikan tasmu mbak dan aku akan membawanya." Ucap Abraham yang saat itu langsung menyodorkan tasnya kepada Abraham. Emeli melihat suasana di dalam rumah itu sangat membuat dia curig

