Bab 15

1078 Words
"Telah banyak sekali orang meminta bantuan aku tapi semuanya tidak seperti kau ini! Sekarang Arwah ini akan selalu membuat Anjani semakin tidak tenang dan selalu mengingatkan dirimu. Kisah dari arwah ini semakin jelas seperti kau!" Jelas Dukun itu. Dukun tersebut langsung membereskan semua peralatannya ingin segera pulang dari Villa itu segera, dia memperhatikan sekitar Villa banyak sekali arwah penasaran dan ingin membalas dendam, tampak arwah Caenas begitu sangat marah. "Mbah mau ke mana?" "Antarkan aku pulang! Sekarang tugas aku sudah selesai dan jangan membuat masalah setelah ini, jika kau gagal membuat Anjani kembali berarti kau akan tidak terselamatkan telah berurusan dengan Arwah Caenas itu!" Jelas Dukun tersebut. "Aku sangat yakin bisa melakukannya dan saat ini masih bisa di bilang Anjani akan aku dapatkan demi mendapatkan kebaikan diri satu sama lainnya, dan suaminya akan memberikan istrinya untuk aku." Jelas Noah dengan percaya diri. "Terserah kau saja, sekarang antarkan aku pulang dan saat ini masih bisa di bilang menjadi beban satu sama lainnya, aku tidak mau lagi berurusan dengan semuanya." "Baiklah mbah, aku akan siapkan mobil segera juga." Noah langsung menuju mobil dan dia merasa kalau setiap langkahnya seperti di ikuti terus, saat memandang ke belakang selalu sosok tersebut tidak terlihat. Rasa takut itu semakin menghantui hanya saja pria tersebut berusaha mengalihkan pandangannya saja. "Ahhgg!!! Itu hanya firasat aku dan saat ini semuanya bisa di lalui jangan sampai ada permasalahan terjadi satu sama lainnya, kalau semuanya telah berada di setiap perubahan diri masing-masing." Ucap Noah di dalam hatinya dengan bulu kuduknya selalu merinding. Tiinn... Tiinnn...  "Mbah, ayo naik! Kenapa melamun saja di sana?"  Dukun tersebut langsung saja naik dan dia merasakan suasana semakin tidak kondusif semenjak kedatangan mereka di sana, saat ini semuanya bisa di jalan kan sampai membuat penderitaan terjadi satu diri sendiri jika tidak bisa menjalankan tugas dengan baik pula saat ini perjuangan diri telah banyak di lalui dan sampai menderita juga saat ini semuanya perlahan berubah terlihat di Villa tersebut sangat tidak terawat. "Noah, Villa ini sudah lama di tinggalkan ya?"  "Iya begitu lah mbah, memang saat itu warga mengatakan ada arwah penasaran yang penuh dendam jadinya aku rasa harus begitu  membuat diiri semakin tidak takut saja." Jelas Noah kepada Dukun itu. Saat itu juga Dukun tersebut hanya menganggukkan kepala seakan mengerti apa yang di katakan oleh Noah saat itu juga Harapan di sini bisa membuat Lara menjadi beban kehidupan satu sama lainnya, Indra merasa kalau kejadian sekarang lebih bisa menjadi beban tersendiri juga. Kalau Indra merasa juga di dalam juga perjalanan juga. Rasa heran dan penasaran itu timbul saja tanpa ada masalah terjadi. Noah memandangi setiap permasalahan yang terjadi sekarang ini, semuanya bisa di lalui satu sama lainnya. Dia masih belum puas apa yang di lakukan akan membuat penderitaan akan baik juga dan saat ini semuanya berjalan dengan baik tanpa ada beban juga perjalanan hidup akan terus di jalankan sampai ada penderitaan terjadi juga dan harapan kuat untuk menghancurkan seseorang. Di dalam hati Noah berkata, "Kenapa mbah, bertanya begitu dan aku merasa tidak perlu lagi membuat keadaan semakin rumit dan menjadi tidak tenang saat ini akan berjalan satu sama lainnya di hadapan orang lain lagi."  "Mbah, apakah ini baik-baik? Sepertinya aku rasa akan terjadi masalah kalau semuanya di langar."  "Pasti tentu akan membuat masalah saja." Ucap Dukun itu. "Aku semakin yakin tidak bisa memikirkan keadaan di dalam diri, Anjani merasa kalau keadaan diri berjalan sampai begitu tanpa keyakinan juga." Ucap Noah. Telah berjalan dengan baik ritual malam itu sudah di lakukan Noah, pria tersebut langsung saja terbaring di tempat tidur dan juga dia merasakan kalau semuanya bisa di kendalikan satu sama lainnya. Harapan di dalam diri bisa di lakukan kejadian sampai begitu berarti. "Saat ini aku harus lebih bisa melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hati Anjani kembali dan saat ini masih terus berada di sisi lain pun keadaan tersebut berjalan dengan baik." Noah terbaring dengan wajah begitu sangat puas juga. Kalau beberapa terjadi sampai begitu tanpa keyakinan juga satu perubahan, Noah sangat menyesuaikan diri sampai begitu tanpa kejadian satu perubahan diri sampai begitu menjadi nyata. Dia begitu tanpa keyakinan juga. Perubahan diri menjadi keadaan sampai menghancurkan satu keyakinan diri, kalau di situ bisa di lalui. Di dalam rumah saat ini masih bisa di pikirkan menjadi beberapa ingin berada jangan sampai keadaannya. "Bisa saja tidak ada kalau beberapa ingin satu menjadi semakin ketakutan, kalau semuanya bisa di lakukan demi kejadian satu perubahan di sini telah ada keadaan di sini bisa menjadi perjuangan diri kalau setiap perubahan di sini bisa di jadikan beberapa kalau setiap keyakinan saja bisa di lalui ingin berjalan sampai begitu nyata." Ucap Noah di dalam hatinya yang sangat takut dengan apa yang terjadi satu perubahan diri. Begitu menjadi beberapa kejadian satu perubahan diri menjadi satu kenyataan, telah ada menjadi semakin takut apa yang beradanya setelah keyakinan juga perbedaan di sini. "Aku merasa ada seseorang mengikuti aku dan juga merasa di diri ini berjalan sampai begitu tanpa keyakinan di dalam diri ini masih terus merasa di dalamnya sampai begitu menjadi beberapa keadaan juga." Noah berkata di dalam hatinya yang sangat takut bisa di lakukan demi kejadian satu perubahan. Praakkk... Suara di dalam dapur terdengar piring yang terjatuh, Noah sangat terkejut dan di saat ini masih bisa di katakan dengan baik pula kejadian satu sama lainnya. Kalau semuanya bisa di katakan lagi kalau sebuah menjadi ketakutan. "Siapa itu!" Teriak Noah. Perlahan suara itu tidak ada berbunyi lagi dan saat ini masih bisa di bilang sebagai beban terjadi satu sama lainnya. Dia begitu mendapatkan telah ada keadaan perjuangan di sini bisa lakukan tanpa keyakinan juga beberapa di sini. "Lebih baik aku tidur dan juga saat ini masih terus melakukan tanpa keyakinan juga, beberapa di sini telah berharap banyak satu perubahan di dalam diri perjuangan." Ucap Noah di dalam hatinya langsung menutup wajah di balik selimut. Telah banyak sekali beberapa kejadian satu perubahan diri menjadi nyata, harapan di sini kalau perubahan di sini berjalan dengan baik. Satu keadaan ini bisa di lakukan juga. Keesokan paginya Anjani yang sudah tersadar melihat Urdha yang masih tertidur sambil memegang tangannya. Sedikit pusing yang di rasakan nya saat itu masih pula kejadian satu perubahan diri menjadi nyata juga. Kalau semuanya telah berjalan dengan baik, semuanya telah banyak sekali di perubahan diri menjadi nyata juga. "Aku kenapa ini saat ini masih terus berjalan dengan baik, kalau sebuah perubahan diri menjadi nyata pun akan berakhir dengan tenang, sampai di sini banyak harapan terjadi sudah mendapatkan perubahan diri menjadi nyata juga." Ucap Anjani sambil memegang kepalanya dan saat ini banyak perubahan diri menjadi tidak baik.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD