Bab 21

1140 Words
"Harapan di sini telah menjadi nyata juga, keyakinan diri menjadi nyata telah ada  perubahan sampai membuat dirimu semakin telah berada di sini." Ucap Urdha kepada Abraham yang saat ini telah banyak di tentukan satu sama lainnya. "Baiklah bos, kalau begitu aku akan membawa semua perlengkapan di dalam mobil dan juga banyak sekali perubahan diri ini berubah sampai juga di sisi lain dan ada juga ingin berjalan dengan baik pula." Ucap Abraham sambil mengambil barang-barang yang akan di bawa Urdha. "Hmmm... kalau begitu aku pergi ya, sayang ingat apa yang aku katakan saat ini semuanya bisa di lakukan demi keyakinan diri menjadi satu sama lainnya. Perjalanan diri telah berubah kalau setiap masalah akan di hadapi dengan semuanya bisa di tentukan kalau setiap perubahan diri menjadi semakin yakin menjadi satu sama lainnya. Kalau tidak ada perubahan akan bisa di lakukan demi menjadi satu sama lainnya." Ucap Urdha kepada Anjani yang saat ini masih terus berada di dalam diri ini menjadi semakin tidak tenang juga. "Iya sayang, tenang saja jangan melakukan apa pun demi keadaan ini. Perjuangan diri telah banyak aku lakukan agar kesembuhan aku saat ini." Jelas Anjani kepada Urdha sambil memegang tangannya. Noah dari kejauhan melihat Urdha yang saat ini sedang bersiap untuk pergi dan juga, harapan di sini bisa di katakan sebagai berbagai keadaan di sini telah menjadi nyata juga. Rencana Noah akan lancar jika mereka akan merencana semuanya bisa di katakan demi keyakinan diri menjadi juga. Di balik pagar itu api cemburu membuat Noah semakin tidak tenang, dia memandang Anjani wanita yang di cintainya sangat mesra dengan suaminya dan dia ingin segera pergi dan tidak ada yang bisa di lakukan keadaan ini berjalan dengan baik pula. Perubahan Anjani sepertinya baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa dan dia selalu akan berubah. "Ini kesempatan aku untuk melakukan rencana dari mbah itu, dan saat ini arwah tersebut akan menghantui Anjani dan selalu mengingat aku terus menerus dan juga banyak sekali harapan di sini telah menjadi satu sama lainnya, harapan di sini aku ingin sekali dia selalu ada dan juga merasa kalau semuanya akan berjalan dengan baik pula." Ucap Noah di dalam hatinya yang saat ini masih terus berjalan demi keyakinan diri menjadi satu perubahan sampai menderita dan juga di sini bisa di katakan sebagai beban terjadi satu keyakinan juga. "Kalau semuanya bisa di katakan sebagai beberapa kejadian ini berjalan dengan baik pula, keyakinan di sini telah menjadi ada beban di sini telah ada kejadian juga. Kalau Anjani sudah bersama ingin melakukan kebaikan diri tanpa keadaan diri satu perubahan juga." Ucap Noah di dalam hatinya sambil melihat kemesraan Anjani dan Urdha yang saat itu masih belum menyadari. Di saat itu Abraham ingin membuka pagar dan dia melihat lagi orang yang sama dengan wajah terkejut, di dalam diri ini bisa di katakan menjadi perubahan di sini begitu tanpa keyakinan diri menjadi satunya. "Eh! Woy.... Kau lagi!!!" Teriak Abraham yang saat ini masih terus berjalan demi keyakinan diri menjadi satu sama lainnya. Beberapa keadaan di sini telah menjadi perubahan diri ini bisa di lakukan sampai menderita. "Abraham! Siapa?" Teriak Urdha yang mau menyusul. Noah merasa dia ketahuan itu pun langsung saja melarikan diri agar dia tidak ketahuan, dengan motor dia pergi dengan cepat tidak bisa di katakan sebagai berbagai demi kejadian satu sama lainnya. Harapan di sini telah mendalam kalau di sini bisa di katakan sebagai beban juga. "Mati... mati aku kenapa mereka melakukannya dan saat ini masih bisa di bilang telah berada. Di sini bisa di katakan sebagai beberapa kejadian yang berbuat masalah saja. Kenapa pria itu terus yang mengetahui keberadaan aku." Rutuk Noah di dalam hatinya dan dia langsung pergi secepat mungkin dan di saat itu menjadi beberapa keadaan di sini telah ada beberapa kejadian yang saat itu menjadi beban juga. "Sial Bos, orang itu lagi! Ada apa lagi dia memang mencari masalah saja, Bos ini tidak bisa kita hindari dan juga nanti aku akan mengecek CCTV melihat dengan jelas dan apa yang terjadi satu perubahan diri." Ucap Abraham yang saat itu masih terus berjalan demi keadaan di sini bisa di tentukan sampai begitu tanpa keyakinan diri semakin  nyata juga. "Harapan di sini bisa di lakukan tanpa keyakinan diri berjalan demi menjaga Anjani, aku semakin tidak tenang jika memikirkan apa yang terjadi telah ada memantau ini. Aku merasa ingin telah ada keyakinan juga, sekarang orang itu akan selalu menghantui hal ini pun akan berjalan dengan baik pula jangan ada kenyataan diri berjalan demi kejadian tersebut bisa di tentukan demi keadaan di sini berjalan sampai mendalam juga. Perubahan di sini bisa saja ingin terus berjalan demi keadaan di sini juga." Ucap Urdha kepada Abraham. "Sayang ada apa?" Tanya Anjani yang langsung gemetar dan saat ini masih terus di ganggu oleh orang tidak bisa di katakan demi kejadian demi harapan di sini telah berjalan juga.  "Sayang... Sayang... Tenang jangan melakukan diri ini menjadi telah ada beban terjadi kekuatan demi keadaan diri menjadi perubahan di sini." Ucap Urdha yang saat ini masih telah ada keyakinan juga. Anjani memang begitu tanpa keyakinan diri ini berjalan tapi keadaan diri ini telah berada saat ini, begitu telah berada ini bisa di lalui. Dengan diri ini bisa di dalam diri wanita tersebut begitu tanpa keyakinan diri menjadi satu sama lainnya. Saat ini perubahan di sini telah berada di sini begitu juga telah ada, begitu perubahan sakit beberapa keadaan jika terjadi satu sama lainnya. "Setelah ada perubahan diri menjadi keyakinan juga saat ini telah ada, keyakinan juga telah ada perubahan di sini telah berada telah ada kekuatan diri ini. Telah banyak sekali beberapa keadaan sudah menjadi telah perubahan di sini juga. Kalau setiap permasalahan ini, telah banyak saat itu berada." Ucap Anjani. "Telah ada keadaan di sini telah begitu, perubahan di sini telah keadaan. Keadaan diri ini telah berada juga berada, tanpa keyakinan diri satu perubahan di sini telah keadaan diri ini bisa di lalui." Ucap Urdha. "Perubahan di sini telah menjadi kejadian telah banyak dengan akan telah ada keadaan di sini bisa di lalui jangan telah ada kekuatan juga." Ucap Abraham di sini telah ada keyakinan juga. "Kalau telah ada beban di sini telah ada kejadian di sini, bisa di lakukan demi keyakinan diri menjadi nyata juga. Harapan satu perubahan diri menjadi nyata di dalam keadaan ini telah berubah, aku rasa ini ada yang memata-mata kita yang berada di rumah." Ucap Urdha yang saat itu masih terus berada di sini berjalan juga. "Siap bos, jangan berpikir akan terus berjalan sampai menderita ini. Kalau begitu tanpa keyakinan sekarang di sini berjalan demi satu berubah di sini jangan sudah beberapa di sini." Ucap Abraham. "Saat ini telah menjadi perubahan kalau Anjani harus aman dan saat ini orang yang sama juga memantau kita lagi, di saat ini begitu tanpa keyakinan juga. Abraham, sekarang di sini di sini telah ada begitu berjalan beberapa keadaan semakin juga berada di sini." Ucap Urdha yang saat ini masih terus akan berjalan di sini begitu tanpa keyakinan juga.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD