PART 63

726 Words

Seperti ucapan Arzhou yang pernah ia katakan padaku. Penderitaan seseorang, tidak akan pernah berakhir jika kita tidak pernah berhenti mencari kepuasan untuk diri sendiri. Mungkin, itulah yang menimpaku sekarang. Pria itu terus terbaring di atas ranjangnya meski aku telah menunggunya terjaga selama satu jam. Matanya seakan enggan membuka. Alat bantu oksigen juga alat pendeteksi jantung telah dilepaskan dari tubuh Takeshi. Menandakan bahwa ia sudah benar-benar bangun tadi. "Kau datang?" Pria itu tiba-tiba berbisik, mengalahkan suara salju yang tertiupi oleh angin. Diluar terjadi badai kecil, meratakan tanah dengan timbunan es dari atas langit. Suasana yang begitu dingin dan putih. Ia memejamkan matanya sebentar, seakan menajamkan penglihatannya saat melihatku untuk kali kedua.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD