PART 40

832 Words

Tak banyak bicara lagi, aku menikmati makan pagiku dengan sesekali bergumam setiap Takeshi mengajakku bicara tentang banyak hal. "Kalau kau mau, kita ke festival kembang api saja nanti malam. Hari ini aku ada janji menemui seorang investor Korea di hotel sebelah." Aku mengiyakan saja. Toh, sebenarnya aku juga ingin malas-malasan. Moodku juga belum membaik sepenuhnya. "Aku tidak akan pergi menemui siapapun. Aoi sudah pulang ke Tokyo tadi malam. Dia adalah geisha, sudah profesinya menggoda seperti itu. Jangan biarkan logikamu berhenti. Aku mencintaimu, kau tahu benar setiap kalimat yang keluar, bagiku seperti sumpah." Tidak ada romantisme melebihi apapun. Melihat seorang Takeshi Yoshida bersuara rendah, lembut dan mengucapkan hal sensitif, adalah bagian terbaik dari dirinya. Ia menundu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD