PART 34

1005 Words

Pagi-pagi buta, aku di kejutkan oleh teriakan seseorang. Suara perempuan yang melengking seperti suara shamisen rusak itu sangat mengganggu. Moodku, seketika rusak. Beruntung, Arzhou bergerak lebih dulu. Setengah terpejam, ia memakai satu persatu pakaiannya, keluar untuk memeriksa. Tidak ada semenit kemudian, Arzhou berjalan masuk dengan tergesa. Wajahnya terlihat serius saat mengambil beberapa peralatan dokternya di koper yang selalu ia bawa saat magang. "Kakek Hana kejang, tetaplah disini. Aku akan kembali dalam sepuluh menit." Arzhou mengecup pipiku sebelum ia berlari keluar untuk menghampiri Hana yang sedang berdiri menunggunya. Ya, Arzhou sempat bercerita tentang banyak hal mengenai penyakit syaraf otot yang diderita oleh kakek tetangganya itu. Hana yang yatim piatu, terpa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD