PART 42

892 Words

"Tak ada alasan apapun, Kirika. Jangan berpikir buruk." Takeshi memberi isyarat agar aku mengunci mulutku.   Di luar, matahari kian tinggi, menyebarkan hawa tak bersahabat di antara desing suara kumbang musim panas. Itu adalah latar belakang yang buruk. Gelisahan di cuaca rawan dehidrasi, membuat siapapun bisa saja berpikir pendek.    Aku masih ingin membantah, tapi dengan mengejutkan, Takeshi tiba-tiba mendekat, memberiku syok terapy.    Hisapan kuat pada ujung bibir bagian bawah, merusak konsentrasiku dalam sekejap. Mulut yang selalu mengeluarkan duri, sialnya berubah lembut saat bercinta.    Gara-gara itu, pikiranku berpencar kemana-mana. Pecah begitu saja. Sialan!   "Takeshi!" pekikku menatapnya yang terkekeh kecil, senyum simpul itu memang terasa dipaksakan. Mungkin ia seng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD