Dari Balik Jendela.

1051 Words

Brian tahu ada sesuatu di antara mereka. Althaf terus-terusan mengucap hal yang tak masuk akal. Proposal yang tetiba direvisi, datang ke markas secara sukarela, apalagi menyuruhnya menelpon Lana meski gadis itu telah pulang. Brian tak pikir panjang—ia telepon saja Lana agar kembali ke markas. Responnya tak jauh dari mencak-mencak. "Gue udah mau nyampe parkiran tau, nggak?!" "Jangan banyak omong, cepet ditunggu Pak Althaf," pungkasnya. Telepon diputus usai Lana mengumpat. Tak jauh dari Brian, Althaf berjalan-jalan menuju arsip. "Oh iya, Brian," ia berceletuk. "Kemarin saya diskusi dengan Pak Dekan, ada seminar yang mau digelar Fakultas buat para maba. Tolong kamu yang handle, ya?" "Seminar yang mana ya, Pak?" "Seminar Entrepreneurship. Itu cetusannya Dekan, tapi beliau minta kamu yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD