Lingerie Merah.

1091 Words

"Saya sadar saya binatang paling hina. Sepertinya kamu benar, saya pantas dikutuk." Cengkraman Althaf melunak. Ia lepas tubuh Lana untuk membiarkannya bernapas. Ada sesuatu yang merasuki kepalanya. Althaf tak tahu itu apa. "Saya kehilangan logika sejak bertemu kamu. Nalar saya mati. Entah kamu menganggapnya bullshit atau tidak, itulah faktanya." Tak merespon apapun, sang gadis cuma beringsut. "Soal proposal itu akan langsung saya ACC. Kamu nggak perlu khawatir." Lana meluruskan kaosnya dengan kasar. "Sebaiknya begitu. Dan tolong pertimbangkan isi email saya." "Kamu betul-betul ingin hubungan ini selesai?" "Bukankah itu lebih baik? Melanjutkannya sama saja dengan menuntut pria melenceng dari istrinya." Althaf kehilangan tenaga untuk marah. "Terserah. Kamu boleh pergi." "Anda sel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD